Pidato Penuh Makna,Bupati SBS Bicara tentang Pelukan Ibu, Perjuangan dan Mimpi Menembus Pentas Nasional
Malaka, MalakaNews.com – Di tengah suasana penuh sukacita penyambutan juara Soeratin Cup U-13 dan U-15 PS Malaka di Rumah Jabatan Bupati Malaka, Rabu (15/7/2026), Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) menyampaikan pidato yang sarat makna. Di hadapan ratusan tamu undangan, orang tua pemain, pelatih, serta para pesepak bola muda, SBS tidak sekadar menyampaikan ucapan selamat, tetapi menitipkan pesan tentang keluarga, pendidikan, kerja keras, dan mimpi besar yang harus terus diperjuangkan hingga pentas nasional.
Mengawali sambutannya, SBS lebih dahulu memberikan penghormatan kepada sosok yang menurutnya menjadi akar dari setiap keberhasilan seorang anak, yakni para ibu. Dengan suara yang terdengar bergetar, ia mengajak seluruh hadirin memberikan apresiasi kepada ibu-ibu yang telah membesarkan anak-anak mereka dengan cinta, doa, dan pengorbanan yang tak pernah mengenal lelah.
“Terima kasih kepada ibu-ibu yang telah melahirkan anak-anak hebat ini. Prestasi ini berawal dari keluarga yang mendidik mereka dengan kasih sayang dan pengorbanan,” ujar SBS yang langsung disambut tepuk tangan para hadirin.
Menurut SBS, keberhasilan PS Malaka bukan semata-mata lahir dari bakat. Sebuah prestasi bertumbuh ketika keluarga menjadi pondasi karakter, pelatih menanamkan disiplin, pemerintah menghadirkan ruang pembinaan, dan para pemain memilih untuk terus berjuang dalam setiap latihan. Dari proses itulah lahir generasi muda yang kini mengharumkan nama Kabupaten Malaka di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ia menegaskan bahwa para pemain saat ini hidup pada momentum yang tepat. Pemerintah Kabupaten Malaka, kata SBS, telah menjadikan pembinaan olahraga prestasi sebagai bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malaka Tahun 2025–2030. Karena itu, kesempatan yang ada harus dijawab dengan disiplin, kerja keras, dan semangat belajar yang tidak pernah padam.
Dalam kesempatan tersebut, SBS juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Malaka yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan daerah, termasuk pembinaan olahraga usia dini yang kini mulai memperlihatkan hasil melalui prestasi membanggakan PS Malaka.
Dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami, SBS kemudian mengibaratkan perjalanan menuju prestasi seperti seorang petani yang mengolah sawah. Tanah harus dipersiapkan, benih dipilih, tanaman dirawat, lalu dipelihara dengan kesabaran hingga tiba musim panen. Begitu pula sepak bola, katanya, kemenangan tidak pernah datang dalam sekejap. Ia lahir dari proses panjang yang ditempa oleh kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan.
Menurutnya, keberhasilan PS Malaka meraih gelar juara Soeratin Cup pada kategori U-12, U-13, dan U-15 menjadi bukti bahwa proses yang dijalankan dengan sungguh-sungguh pada akhirnya akan berbuah manis. Trofi yang dibawa pulang bukan sekadar lambang kemenangan, tetapi saksi bahwa kesabaran dan kerja keras selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan.
Suasana mendadak hening ketika SBS beberapa kali menghentikan pidatonya. Dengan mata yang tampak berkaca-kaca, ia menengadah seraya mengucapkan syukur kepada Tuhan.
“Tuhan Yesus… Engkau sungguh baik kepada kami. Saya kehabisan kata-kata. Yang ada hanya rasa syukur,” ucapnya lirih.
Ungkapan singkat itu langsung disambut tepuk tangan panjang dari seluruh hadirin. Di balik gemuruh aplaus, banyak wajah larut dalam haru. Sebab mereka menyadari, keberhasilan yang dirayakan hari itu bukan hanya milik para pemain, melainkan buah dari doa orang tua, ketulusan para pelatih, dukungan pemerintah, dan semangat seluruh masyarakat Malaka.
Menjelang akhir sambutannya, SBS mengingatkan bahwa gelar juara Nusa Tenggara Timur bukanlah garis akhir. Seri Nasional Soeratin Cup 2026 akan menjadi tantangan yang jauh lebih berat karena PS Malaka akan berhadapan dengan tim-tim terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Karena itu, ia meminta seluruh pelatih menyusun program latihan yang lebih disiplin dan terukur, meningkatkan kemampuan fisik, teknik, taktik, serta mental bertanding para pemain. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter dan menjaga fokus selama pemusatan latihan, termasuk mengendalikan penggunaan telepon genggam agar tidak mengganggu persiapan menuju kompetisi nasional.
Menutup sambutannya, SBS mengajak seluruh masyarakat Malaka untuk terus berdiri di belakang para pemain muda tersebut. Baginya, kemenangan hari ini bukanlah akhir sebuah perjalanan, melainkan awal dari mimpi yang lebih besar. Dari bumi Rai Malaka, ia berharap akan lahir generasi pesepak bola yang suatu hari nanti tidak hanya mengharumkan nama daerah dan Nusa Tenggara Timur, tetapi juga mengibarkan Merah Putih di panggung sepak bola dunia.**##//
Editor : Eky luan






