Warga Takarai Apresiasi Program Balik Tanah Gratis SBS-HMS: Pemimpin yang Benar-Benar Pro Rakyat

 

Malaka, Malakanews.com — Program balik tanah gratis yang dicetuskan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Takarai, Kecamatan Botin Leobele.

Apresiasi tersebut disampaikan Kornelis Asa bersama sejumlah warga Desa Takarai setelah lahan pertanian milik mereka dibalik secara gratis pada Selasa, 1/9/ 2026.

Bagi masyarakat, program tersebut bukan sekadar pekerjaan membalik tanah, tetapi merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada petani. Warga merasa sangat terbantu karena pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan biaya dan tenaga cukup besar kini dapat dilakukan melalui program pemerintah secara gratis.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Bupati SBS dan Bapak Wakil Bupati HMS. Lahan kami sudah dibalik secara gratis. Ini sangat membantu kami sebagai masyarakat,” ungkap Kornelis Asa bersama sejumlah warga.

Menurut masyarakat, program balik tanah gratis SBS-HMS merupakan program yang luar biasa karena langsung menyentuh kebutuhan dasar petani. Pemerintah dinilai hadir bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi benar-benar turun membantu masyarakat mempersiapkan lahan untuk musim tanam.

“Bagi kami, ini luar biasa. Kami melihat SBS-HMS adalah pemimpin yang pro rakyat karena programnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar warga.

Masyarakat berharap program tersebut terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak lahan pertanian milik warga di wilayah Desa Takarai dan desa-desa lainnya di Kabupaten Malaka.

Sementara itu, Kepala Desa Takarai, Yeremias Nana, S.AP., MM., menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan berhenti pada proses pembalikan tanah.

Ia mengatakan, lahan warga yang telah dibalik akan terus dikawal agar benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian hingga memasuki musim panen.

“Kami dari pemerintah desa akan terus mengawal. Setelah tanah dibalik, kita tidak berhenti di sini. Kita akan kawal sampai masyarakat menanam, merawat tanaman, dan kalau memungkinkan kita kawal sampai musim panen,” tegas Yeremias Nana.

Menurutnya, keberhasilan program balik tanah gratis tidak hanya diukur dari berapa banyak lahan yang telah dibalik, tetapi dari sejauh mana lahan tersebut mampu menghasilkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat akan menjaga agar lahan yang telah dibalik dapat segera dimanfaatkan secara optimal.

Program balik tanah gratis SBS-HMS pun diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Desa Takarai.

Bagi warga Takarai, bantuan pemerintah tersebut meninggalkan satu pesan sederhana: ketika pemerintah hadir menyentuh langsung kebutuhan rakyat, masyarakat merasakan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.**##//

 

Editor : Eky luan