Open Seleksi   PS Malaka Dibuka, Saatnya Putra-Putra Malaka Menulis Sejarah Baru di Liga 4 ETMC

 

Malaka, MalakaNews.com – Ada banyak cara mengharumkan nama Malaka. Ada yang mengabdi melalui ilmu, ada yang bekerja membangun kehidupan masyarakat, dan ada pula yang memilih berjuang di atas rumput hijau. Dari setiap lapangan sederhana, selalu lahir mimpi-mimpi besar. Mimpi yang ditempa oleh peluh, dibesarkan oleh doa orang tua, dan dijaga oleh harapan seluruh masyarakat. Kini, mimpi itu kembali memanggil putra-putra terbaik Malaka untuk mengenakan jersey kebanggaan PS Malaka.

Manajemen PS Malaka resmi membuka Open Seleksi pemain untuk menghadapi Liga 4 NTT ETMC XXXIV 2026. Kesempatan ini menjadi pintu bagi putra-putra asli Kabupaten Malaka untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan memperjuangkan satu tempat di skuad yang akan membawa nama Malaka di panggung sepak bola Nusa Tenggara Timur.

Pendaftaran dibuka mulai 28 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Berdasarkan pengumuman resmi, seleksi akan menjaring 25 pemain, termasuk 7 pemain senior, dengan batas usia kelahiran 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2007. Para peserta merupakan pemain hasil pemantauan pada Turnamen RESPEK OBM Cup III, sebagai bagian dari proses pembentukan tim menuju Liga 4 ETMC.
Namun, seleksi ini sesungguhnya lebih dari sekadar mencari pemain terbaik.

Ini adalah panggilan bagi anak-anak Malaka yang sejak kecil akrab dengan lapangan berdebu, yang berlatih tanpa mengenal lelah, dan yang terus memelihara keyakinan bahwa mimpi besar hanya akan datang kepada mereka yang tidak pernah berhenti berusaha.
Tidak semua pemain akan terpilih. Namun setiap langkah menuju lapangan seleksi adalah keberanian yang patut dihormati. Sebab mereka datang bukan membawa nama besar, melainkan tekad besar. Mereka datang dengan satu keyakinan bahwa kesempatan hanya akan berpihak kepada mereka yang rela bekerja lebih keras daripada yang lain.

Di balik setiap nomor punggung yang akan dikenakan, ada kisah perjuangan yang panjang.

Ada peluh yang jatuh di lapangan latihan.
Ada kaki yang lecet karena sepatu yang mulai usang.

Ada orang tua yang diam-diam memanjatkan doa setiap kali anaknya berangkat berlatih.

Ada keluarga yang percaya bahwa sepak bola bukan sekadar permainan, tetapi jalan untuk mengangkat martabat dan nama baik daerah.

PS Malaka bukan hanya sebuah tim sepak bola.

PS Malaka adalah kebanggaan masyarakat.

PS Malaka adalah simbol persatuan.

PS Malaka adalah rumah bagi putra-putra Malaka yang ingin membuktikan bahwa kemampuan, disiplin, dan semangat juang mampu membawa mereka bersaing di level tertinggi sepak bola Nusa Tenggara Timur.

Mengenakan jersey PS Malaka bukan sekadar memakai seragam.

Itu adalah sebuah kehormatan.

Di dada sebelah kiri tersemat lambang yang membawa nama seluruh masyarakat Malaka. Sementara di punggung, tertulis nama seorang pemain yang sedang memikul harapan ribuan pasang mata.

Liga 4 ETMC bukan sekadar kompetisi.
Ia adalah panggung pembuktian.
Tempat lahirnya pemain-pemain hebat.
Tempat di mana kerja keras lebih dihargai daripada nama besar.
Tempat di mana mimpi-mimpi sederhana bisa berubah menjadi kenyataan.

Sepak bola selalu melahirkan cerita yang indah. Seorang anak desa bisa berubah menjadi kebanggaan daerah. Dari tribun yang penuh sorak, lahirlah nama-nama yang kelak dikenang sebagai bagian dari sejarah. Dan sejarah itu selalu dimulai dari satu langkah kecil: keberanian untuk mencoba.

Mungkin hari ini mereka datang hanya sebagai peserta seleksi. Datang dengan sepatu yang penuh debu, membawa tas sederhana, dan ditemani doa orang tua yang tak pernah putus. Namun siapa yang tahu, beberapa bulan ke depan mereka berdiri gagah mengenakan jersey PS Malaka, disambut tepuk tangan ribuan pendukung, dan mengibarkan panji kebanggaan Malaka di setiap pertandingan.

Karena pada akhirnya, sepak bola bukan sekadar tentang menang atau kalah. Sepak bola adalah tentang keberanian mengejar mimpi, menjaga kehormatan lambang di dada, dan membuktikan bahwa putra-putra Malaka mampu berdiri sejajar dengan siapa pun. Dari satu seleksi, bisa lahir satu generasi. Dari satu generasi, bisa tercipta sejarah. Dan sejarah itu selalu dimulai dari mereka yang berani berkata, “Saya siap membela PS Malaka.**##//

 

Editor : Eky luan