ABS: Jembatan Nunbei, Dari Penantian Panjang Menuju Jalan Harapan
Malaka, MalakaNews.com — Ada rindu yang begitu lama tinggal di tepian sungai. Rindu akan sebuah jalan yang tidak lagi terputus ketika air datang, rindu akan akses yang membuat sekolah, pasar, pelayanan kesehatan, dan kehidupan terasa lebih dekat.
Kini, rindu itu menemukan jawabannya.
Jembatan Gantung Nunbei yang menghubungkan wilayah Nunbei dan Kakaniuk akhirnya berdiri sebagai sebuah tanda: bahwa harapan masyarakat, betapapun panjang penantiannya, selalu memiliki jalan untuk menjadi kenyataan.
Hal tersebut disampaikan Adrianus Bria Seran (ABS) dalam sambutannya pada peresmian Jembatan Gantung Nunbei, Kamis (20/8/2026).
Bagi ABS, jembatan ini bukan sekadar rangkaian besi yang membentang di atas sungai. Ia adalah simbol harapan dan kemajuan, sebuah jalan yang mempertemukan masyarakat dengan kesempatan-kesempatan baru.
Sebab, di balik sebuah jembatan, ada cerita tentang kehidupan.
Ada anak-anak yang ingin menuntut ilmu tanpa takut terhalang derasnya air.
Ada petani yang ingin membawa hasil kebun ke pasar.
Ada keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan tanpa harus dihantui sulitnya akses.
Dan ada masyarakat yang ingin hidup dengan mobilitas yang lebih mudah.
Jembatan itu akhirnya hadir untuk menjawab semuanya.
Dalam pesan yang disampaikannya, ABS menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian penting dari upaya membuka keterisolasian dan mempercepat kemajuan masyarakat.
Baginya, pembangunan tidak boleh berhenti pada berdirinya sebuah bangunan.
Pembangunan harus menghadirkan perubahan.
Harus menghadirkan kemudahan.
Harus menghadirkan harapan.
Dan pada akhirnya, harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.
Namun sebuah jembatan tidak akan selamanya kuat hanya karena kokohnya konstruksi. Ia membutuhkan tangan-tangan masyarakat untuk menjaganya.
Karena itu, jembatan tersebut diharapkan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dinikmati bukan hanya hari ini, tetapi juga oleh anak-anak dan generasi yang akan datang.
Hari itu, Nunbei seperti sedang membuka lembaran baru.
Sungai yang dahulu menjadi batas, kini memiliki jembatan.
Jarak yang dahulu terasa jauh, kini semakin dekat.
Dan penantian yang begitu panjang, perlahan berubah menjadi senyum.
Jembatan Nunbei bukan hanya menghubungkan dua wilayah. Ia menghubungkan masa lalu dengan masa depan, penantian dengan kenyataan, dan harapan masyarakat dengan sebuah jalan menuju kemajuan.
Itulah pembangunan yang sesungguhnya—ketika sebuah jembatan tidak hanya dilalui kaki manusia, tetapi juga membawa mimpi sebuah kampung menuju hari esok yang lebih baik.**##//
Editor : Eky luan





