Cinta Keluarga Bupati Malaka: Ziarah Sunyi Penuh Makna di Lurasik
Malaka, Malakanews.com –
Suasana hening yang sarat kekhidmatan menyelimuti kompleks pemakaman di Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu (4/4/2026).
Dalam balutan doa yang lirih namun penuh makna, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), menundukkan kepala di hadapan pusara mertuanya—sebuah momen sunyi yang berbicara lebih dalam dari kata-kata.
Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka, Beatrix Yasinta Bria Seran, ziarah ini berlangsung sederhana, namun memancarkan ketulusan yang begitu dalam. Di hadapan tanah yang menyimpan kenangan, SBS dan isteri larut dalam doa—merajut kembali ingatan tentang kasih, jasa, dan teladan hidup orang tua yang telah berpulang.
Dengan sikap tenang dan penuh penghayatan, SBS beberapa kali memejamkan mata. Seolah waktu berhenti sejenak, memberi ruang bagi seorang pemimpin untuk kembali menjadi anak—menunduk dalam cinta, tenggelam dalam refleksi batin yang mendalam.
Ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan cermin ketulusan hati seorang pemimpin yang tak pernah tercerabut dari akar nilai keluarga. Di tengah padatnya tanggung jawab sebagai kepala daerah, SBS menunjukkan bahwa jabatan bukanlah penghalang untuk tetap merawat cinta, menghormati leluhur, dan menjaga kesetiaan pada nilai-nilai spiritual.
Kehadiran Bupati Malaka di Lurasik menjadi simbol kuat bahwa kepemimpinan sejati lahir dari hati yang tahu menghargai asal-usulnya—dari doa yang tulus, dari ingatan yang tak lekang, dan dari cinta yang terus hidup meski raga telah tiada.
Momentum ini terasa semakin sakral karena berlangsung dalam suasana Pekan Suci.
Sebuah waktu permenungan bagi umat Katolik untuk menghayati penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Dalam terang iman itu, ziarah SBS dan keluarga menjadi lebih dari sekadar kunjungan—ia menjelma menjadi perjalanan batin yang memperdalam makna pengorbanan, kasih, dan harapan akan kehidupan kekal.
Di akhir ziarah, doa bersama dipanjatkan dengan penuh harap, agar arwah almarhum beristirahat dalam damai abadi di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan penghiburan.
Di balik keheningan Lurasik, tersirat pesan yang menggema:
bahwa seorang pemimpin besar bukan hanya dikenal dari kebijakannya, tetapi juga dari ketulusan hatinya dalam mencintai, mengenang, dan menghormati.**##//
Editor : eky luan






