Di Balik Lahirnya Sejarah, Ada Tangan Dingin Direktur PS Malaka dr. Dhion Bria Seran

 

Maumere, Malakanews.com – Sepak bola tidak hanya dimenangkan dalam 90 menit pertandingan. Ia dimenangkan jauh sebelum peluit pertama dibunyikan, ketika mimpi mulai ditanam, karakter dibentuk, dan keyakinan dipelihara. Di balik perjalanan itu, nama dr. Dhion Bria Seran semakin lekat dengan kebangkitan PS Malaka.

 

Sejak dipercaya sebagai Direktur PS Malaka, arah pembinaan mulai terlihat. Prestasi demi prestasi hadir dari kelompok usia muda. Tim U-12 mengangkat trofi, U-13 melanjutkan tradisi kemenangan, U-15 kembali membuktikan kualitasnya, dan kini giliran U-17 menorehkan sejarah dengan menumbangkan PSN Ngada, lawan yang selama 12 tahun belum pernah berhasil dikalahkan.

 

Di dunia sepak bola, orang sering menyebutnya tangan dingin. Sebab, tidak semua tim yang dibangun mampu berakhir dengan prestasi. Namun, di PS Malaka, setiap kelompok umur yang lahir dari proses pembinaan selalu menghadirkan harapan, dan berkali-kali harapan itu berubah menjadi gelar juara.

 

Sebagai seorang dokter, dr. Dhion Bria Seran terbiasa menjaga kehidupan. Di lapangan hijau, ia menjalankan peran yang berbeda. Bukan dengan stetoskop, melainkan dengan visi, pembinaan, dan keyakinan bahwa setiap anak Malaka memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan menjadi juara.

 

Barangkali bukan sekadar strategi. Bukan pula hanya soal taktik. Ada kepercayaan yang terus ditanamkan kepada para pemain bahwa mereka mampu berdiri sejajar dengan tim-tim terbaik di Nusa Tenggara Timur. Keyakinan itulah yang perlahan mengubah rasa ragu menjadi keberanian, dan keberanian menjadi kemenangan.

 

Kemenangan 1-0 atas PSN Ngada di Stadion Gelora Samador, Maumere, bukan sekadar memutus penantian 12 tahun. Ia menjadi penanda bahwa pembinaan yang dilakukan dengan kesabaran mulai berbuah. Bahwa sejarah tidak lahir karena keberuntungan, melainkan karena proses yang dijaga dengan konsisten.

 

Namun perjalanan belum selesai. Masih ada pertandingan yang harus dimenangkan, masih ada mimpi yang harus diperjuangkan, dan masih ada trofi yang menanti untuk diperebutkan. Langkah pertama telah ditorehkan. Kini, harapan masyarakat Malaka tertuju pada generasi muda PS Malaka untuk terus melangkah, menjaga semangat, dan menuntaskan perjalanan menuju tangga juara.

 

Sebab sejarah besar tidak pernah ditulis oleh mereka yang takut bermimpi. Sejarah lahir dari mereka yang percaya, bekerja keras, dan berani membuktikan bahwa nama Malaka layak berdiri sejajar dengan yang terbaik.**##//

 

Editor : Eky luan