Jelang Duel Flores United FC vs PS Malaka, Sorotan Tertuju pada ABS: Merajut Prestasi, Menjaga Persaudaraan Sepak Bola NTT

Malaka, MalakaNews.com – Ada pertandingan yang hanya menghadirkan pemenang dan pecundang. Namun ada pula pertandingan yang melahirkan makna lebih besar daripada sekadar angka di papan skor. Laga Flores United FC Ende kontra PS Malaka pada babak penyisihan Grup D Piala Soeratin U-17 2026 di Stadion Gelora Samador, Maumere, Rabu (5/8/2026), menjadi salah satu momentum yang sarat pesan persaudaraan bagi sepak bola Nusa Tenggara Timur.
Menjelang kick off, perhatian publik tertuju pada dua sosok yang berdiri di balik kekuatan masing-masing tim. Di kubu Flores United FC hadir AWK sebagai pemilik klub yang dikenal memiliki komitmen membangun pembinaan usia muda. Sementara di kubu PS Malaka, sorotan mengarah kepada Adrianus Bria Seran (ABS), pelatih kepala yang dalam beberapa waktu terakhir sukses membawa kebangkitan sepak bola Malaka.
Bagi masyarakat Malaka, nama ABS bukan sekadar pelatih. Ia adalah figur yang perlahan membangun mimpi anak-anak Malaka melalui kerja keras, disiplin, dan keyakinan bahwa talenta daerah mampu bersaing di tingkat provinsi.
Di bawah sentuhan Adrianus Bria Seran, PS Malaka U-17 tampil penuh karakter. Tim berjuluk Laskar Rai Malaka itu menunjukkan permainan yang berani, disiplin, dan pantang menyerah. Setiap pertandingan menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membentuk mental juara bagi para pemain muda.
Pertemuan ABS dan AWK dalam satu bingkai foto menjelang pertandingan pun menjadi simbol indah bahwa rivalitas di lapangan tidak pernah menghapus persahabatan di luar lapangan. Keduanya memperlihatkan bahwa sepak bola sejatinya menjadi ruang untuk menyatukan semangat, membangun persaudaraan, sekaligus mendorong kemajuan olahraga di Nusa Tenggara Timur.
Laga melawan Flores United dipastikan menjadi ujian berat bagi PS Malaka. Flores United dikenal memiliki tradisi pembinaan pemain muda yang baik. Namun, Adrianus Bria Seran diyakini telah menyiapkan strategi terbaik agar anak-anak asuhnya mampu tampil lepas tanpa kehilangan semangat juang.
Bagi ABS, kemenangan memang penting. Namun yang lebih utama adalah melihat pemain-pemain muda Malaka terus berkembang, memiliki karakter, dan suatu hari mampu mengharumkan nama daerah hingga ke level nasional.
Besok, selama 90 menit, kedua tim akan saling beradu strategi dan kemampuan. Tetapi ketika peluit panjang berbunyi, yang diharapkan tetap berdiri tegak adalah persaudaraan, sportivitas, dan kebanggaan terhadap sepak bola NTT.
Sebab pada akhirnya, sepak bola bukan hanya tentang siapa yang menang. Sepak bola adalah bahasa yang menyatukan perbedaan, melahirkan harapan, dan menjadi jembatan bagi generasi muda untuk menggapai mimpi.
Seluruh mata kini tertuju ke Stadion Gelora Samador, Maumere. Akankah PS Malaka di bawah racikan Adrianus Bria Seran melangkah lebih jauh, atau Flores United FC yang menunjukkan dominasinya? Jawabannya akan tersaji di lapangan, tempat di mana kerja keras, keberanian, dan mimpi bertemu dalam satu pertandingan.**##//
Editor : EKI LUAN






